Sebelum berfikir untuk menjadi pelatih basket yang sukses dan handal menangani sebuah tim, anda harus memahami beberapa acuan untuk melatih tim basket, dan di kombinasikan dengan pengalaman yang pernah didapat sewaktu menjadi pemain agar kita dapat menjadi contoh dan dapat mempragakan gerakan-gerakan basket yang benar. Ada beberapa hal yang perlu menjadi pedoman atau acuan seorang pelatih untuk menangani sebuah tim Basket yang harus dimiliki seorang pelatih :
1. Communicative.
Dengan Good Comunication diharapkan :
· Terjalin hubungan Emosional antar Pelatih dengan Pemain, antar Pemain dengan Pemain, dan Pelatih dengan Orang tua. Serta Pelatih dengan Lingkungan Sekolah.
· Dapat memposisikan pelatih sebagai good emotion players controller baik di Lapangan maupun di Luar Lapang.
· Dapat memposisikan pelatih sebagai seorang sahabat bagi pemain sehingga terjalin hubungan yang saling hormat menghormati dan empati antara pelatih dengan pemain maupun antar pemain.
· Tercipta hubungan harmonis, saling pengertian dan meredam kesalahpahaman antara pelatih dengan pemain maupun antar pemain dengan pemain.
· Dapat membantu proses latihan dan pada saat pertandingan.
2. Knowledge
Sadari bahwa seorang Pelatih sama dengan seorang Guru. Tapi jangan dianggap bahwa seorang pelatih itu pengetahuan dan pengalaman lebih luas dari pada pemain. Adakalanya seorang pemain pengalamannya sebagai pemain lebih unggul pemain itu dari pelatih ketika pelatih tersebut jadi pemain. Begitu juga pengetahuannya ketika pada saat pelatih menjadi pemain belum banyak berdiri klub-klub basket yang besar sedangkan pada saat dia jadi pelatih ada pemain yang gabung di klub tersebut maka tidak mungkin pemain bersangkutan akan membandingkan motode pelatihan di klub dengan motode ekstrakulikuler di sekolah. Hal inilah yang sering jadi tantangan pelatih untuk mengUpGrade pengetahuannya. Oleh karena itu, sadari bahwa meningkatkan pengetahuan adalah sebuah kewajiban dan keharusan yang dimiliki oleh seorang Pelatih. Jangan pernah menutup diri “Open Minded” adalah kunci sukses untuk menimbah ilmu.
3. Easy Going
Berhubung yang kita hadapi adalah kaum muda dengan emosi yang masih labil. Pelatih harus berjiwa easy going dengan begitu muncul ketenangan dan kejernihan. Jika pun ada kegalauan hati jangan sampai itu diketahui oleh pemain. Cukup pelatih itu yang merasakan. Anggap kegagalan adalah guru. Mengulas kekalahan tim adalah sebuah keharusan tanpa menyalahkan orang lain, tapi kita sendiri yang harus intropeksi. Kalau pun ada pemain yang tidak sesuai dengan harapan kita. Dekati dengan hati tanpa ada temannya yang mengetahui. Ajak bicara berdua, dan cari solusi bersama.
4. Discipline
Mensetup sebuah peraturan bersama akan memunculkan peraturan yang berdasarkan consensus bersama dan wajib disepakati serta dipatuhi bersama baik pelatih maupun pemain, sehingga muncul kedisiplinan yang akan memudahkan pelatih dalam memanajemen pemain-pemainnya. Consensus bersama ini lahir bukan karena pelatih tersebut otoriter tapi pelatih hanya memberikan poin ide peraturan yang selama ini dia pegang. Saling beradaptasi dan tidak menonjolkan atau pilih kasih.
5. Principle.
Seorang pelatih harus berprinsip tidak angin-anginan. Prinsip inilah yang akan melahirkan sebuah motivasi baik pelatih maupun pemain untuk mencapai target pada sebuah pertandingan atau pada sesi latihan yang telah disepakati bersama
.Sadari bahwa pelatih adalah pimpinan (Director) jadi baik buruk sebuah tim tergantung pelatih yang mengomandoi tim tersebut. Pelatih adalah pemain ke 6 dalam bola basket yang bermain diluar lapangan, Pelatih adalah Senior dan Panutan bagi Juniornya. Dan Pelatih adalah peletak Karakter bagi pemain. Menjunjung tinggi Sportivitas dan Fair Play adalah tanggungjawab Pelatih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar